Kepada Sang Sutradara

  Hey, sampai kapan aku harus berpura-pura? Peran ini sangat menyiksa. Hati juga otak ku. Rasa menyayat amat sekali. Jika aku berontak apa seni pertunjukan ini berakhir? Atau aku dalam sinopsis akan selalu lirih?

  Kewarasanku sedang kau uji. Hmm, aku sudah lama gila karena ulahmu. Berapa banyak lagi yang harus ku jadikan tumbal?

  Aku si pemurung yang sedang patah arang. Tak ingin sampai jadi debu, menunggu waktu untuk tersenyum. Bolehkah aku tertawa lepas?

Simarjarunjung, 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau ? Dia ? Mereka ? Tuhan ?

Keumala